Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumapapua

Regional Summit, Ternate PDF Print E-mail


Regional Summit

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Ternate, 20 Oktober 2010

 

Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, menggelar Regional Summit Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Ternate, tanggal 20 Oktober 2010. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi antara stakeholders (pemangku kepentingan) dalam penerapan Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di daerah.
 
Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menuntut dikembangkannya suatu sistem yang terpadu berupa suatu kebijakan nasional perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilaksanakan secara taat asas dan konsekuen dari pusat sampai ke daerah. Undang-undang ini memberikan kewenangan yang luas kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk melaksanakan seluruh kewenangan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan  hidup serta melakukan koordinasi dengan instansi lain baik di pusat maupun di daerah. Disamping itu, Pemerintah memberi kewenangan yang sangat luas kepada pemerintah daerah dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya masing-masing.
 
Saat ini KLH telah menetapkan Rencana Strategis Kementerian  Lingkungan Hidup Tahun 2010-2014 berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2010 yang merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup saat ini  berkisar pada pencemaran air, udara, sampah, dan limbah B3, limbah domestik dan dari kegiatan transportasi. Persoalan lain adalah meningkatnya fenomena perubahan iklim yang sudah dirasakan di Indonesia ditandai dengan terjadinya cuaca ekstrim serta berbagai dampaknya seperti banjir, longsor serta tumbangnya pohon yang membawa  kerusakan permukiman. Target Indonesia untuk secara sukarela menurunkan emisi GRK sebesar 26% pada tahun 2020 merupakan komitmen yang perlu ditindaklanjuti dalam pelaksanaannya melalui berbagai program dan kegiatan di daerah.
 
Sebagai negara yang rentan terhadap perubahan iklim, Indonesia juga perlu melakukan upaya adaptasi disamping mitigasi. Kedua upaya besar tersebut hanya akan dapat dicapai dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam hal ini tema Regional “Summit” ini diarahkan untuk mendorong terlaksananya upaya pengelolaan lingkungan hidup dan perubahan iklim melalui berbagai perangkat instrumen yang terdapat dalam UU 32 Tahun 2009 antara lain: KLHS, baku mutu, instrumen ekonomi dan lain sebagainya. Adanya suatu rencana nasional yang tangguh dalam menangani isu perubahan iklim, dapat menjadi masukan dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dibahas pada Musrenbang di daerah.
 
Adapun fokus pembahasan pada Summit tersebut adalah :
 
Tantangan utama pengelolaan ekoregion Sumapapua terkait dengan isu perubahan iklim

·     Mekanisme implementasi UU 32/2009 di daerah secara efektif

·     Instrumen dan teknik penerapan UU 32/2009 di daerah  

·     Pengembangan program-program innovatif dalam penurunan emisi GRK

·     Pengalaman daerah dan stakeholders lainnya (success stories)

·     Pengukuran kinerja dalam mitigasi dan adaptasi (MRV)

Pembicara terdiri dari wakil pemerintah (BLH Provinsi), Perguruan Tinggi, DPRD, dan LSM (Lembaga Mitra Lingkungan dan Burung Indonesia).

Selain itu, berbagai kegiatan dilakukan sebagai rangkaian dari Regional Summit ini yang berlangsung selama sepekan, meliputi penguatan Adipura di Maluku Utara, Sosialisasi Permen yang baru tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air (Permen LH No. 01 Tahun 2010), Optimalisasi PPLHD-PPNS LH dalam Penanganan Kasus Lingkungan, Pengelolaan Limbah B3 serta perijinannya.

 Pada kesempatan kunjungannya ke Maluku Utara, Menteri LH menekankan pentingnya meningkatkan pengawasan terhadap berbagai  kegiatan pembangunan,  terutama di kawasan timur Indonesia, yang  berpotensi menimbulkan dampak  besar dan penting terhadap lingkungan di daerah.